Hari berganti bulan, lalu berganti tahun. Begitulah waktu terus berjalan. Mereka yang kemarin masih kanak-kanak kini telah beranjak dewasa. Sedangkan yang kini telah berusia senja sebelumnya adalah orang-orang kuat dengan kesehatan yang prima dan bugar. Namun pada hakikatnya waktu yang terus bergulir itu sesungguhnya sedang mengantarkan kita pada suatu titik akhir perjalanan kita di dunia ini yakni KEMATIAN.
“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati”(QS. Ali Imran : 185)
Kematian adalah kepastian yang akan mendatangi setiap manusia, raja atau rakyat jelata, pemimpin atau bawahan, kaya atau miskin, tua atau muda dan seterusnya. Hal yang membedakan hanyalah pada kapan dan bagaimana tiap-tiap orang menemui ajalnya. Maka ada orang mati kala masih bayi, balita, remaja, paruh baya dan diusia tua. Cara dan kondisi setiap orang dikala ajal menjemput pun beraneka rupa. Namun yang pasti adalah sebuah kehinaan jika seseorang mati tidak dalam keadaan beriman kepada Allah SWT.
”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadan Islam” (QS. Ali Imran : 102)
Sesungguhnya hari-hari yang kita lewati dalam kehidupan kita di dunia ini teramat sangat singkat, sebagai perbandingan menurut Al-Qur’an satu hari akhirat sama dengan 1000 tahun dunia. Maka jika kita berhitung-hitung dengan usia kita di dunia ini rata-rata 60 – 70 tahun, menurut perhitungan akhirat kita hanya hidup dalam hitungan jam, tidak lebih dari 2 jam akhirat. Subhanallah....Sebuah hitungan waktu yang terlalu singkat namun sangat berharga untuk kita sia-siakan, sebab taruhannya adalah kebahagiaan yang abadi (surga) atau kesengsaraan yang panjang/abadi (neraka).
Tetapi kehidupan dunia telah banyak melenakan kita, sehingga waktu hidup kita di dunia yang singkat ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik mungkin sebagai bekal menuju negeri akhirat. Banyak waktu yang terbuang sia-sia yang mestinya bisa dimanfaatkan untuk beribadah ke pada Allah SWT.
Nabi Nuh yang hidup lebih dari 900 tahun ditanya tentang kehidupan dunia yang telah dilewatinya ”Bagaimana engkau melihat kehidupan setelah melewati dengan usia yang begitu panjang?”. Nabi Nuh menjawab ” Aku melihatnya seolah aku masuk di sebuah rumah yang memiliki dua pintu. Aku masuk di pintu yang satu dan keluar dari pintu yang lain”
Begitu singkat, seolah beliau memasuki sebuah rumah lalu melihat-lihat sebentar isi rumah kemudian keluar lagi.
”orang yang cerdas adalah orang yang banyak berbuat untuk kehidupan setelah matinya, sedangkan orang bodoh adalah mereka yang memperturutkan hawa nafsunya” (al-Hadits)
Pada hakikatnya kematian adalah pintu untuk memasuki alam akhirat. Sebuah negeri yang akan dituju oleh setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi ini. Kematian adalah akhir dari perjalanan singkat kita di dunia, mendulang pahala dan atau menabung dosa.
Minggu, 09 Maret 2008
menuju gerbang Akhirat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar